Jul 29, 2006
enaknya jika pikiran mengalir logis

Kata sebagian kecil orang,

 

Manusia itu sebenarnya bisa menjadi Tuhan..

Iblis yang mengatakan itu..

 

“Sekian lama setelah ia dicaci, ia dimaki, dimarginalkan tanpa ada satu pun yang mau mendengarnya. Sekali kali bolehlah kita mendengar suara dari kelompok yang disingkirkan, kelompok yang dimarginalkan, supaya ada keseimbangan informasi.”

 

·        Sekian lama ia dicaci, sekian lama dimarginalkan (memang benar). Tapi kalau dibilang tidak ada satupun yang mendengarkan, adalah salah. Banyak yang menganggap dirinya benar, meskipun ia salah. Liahtlah sejarah yang masih meninggalkan bekas-bekasnya. Bahkan mungkin engkau masih terkena “clepretannya”, teori evolusi yang melahirkan teror dimana-mana, berbagai faham dan rezim yang berujung pada kedholiman bahkan pada anak-anak kecil yang belum tahu dosa, juga pada para jompo yang sudah tertatih2 jalannya. Lihatlah diberbagai belanan bumi ini, bagaimana orang-orang yang salah, tapi tidak mau mundur dari kesalahannya. Karena apa? Karena takut terhadap tuntutan konsekuensinya. Konsekuensi hilangnya berbagai fasilitas, kekuasaan, kenyamanan, dll. Bahkan malah bisa-bisa konsekuensi harus berdiri di tiang gantungan.

·        Mendengarkan suara dari kelompok yang dimarginalkan, memang perlu, bahkan kelompok yang terdholimi di kolong jembatanpun perlu didengar pendapatnya agar ada keseimbangn info. But…. Tunggu dulu untuk langsung mengikutinya. Mendengarkan untuk tujuan mencari tahu pendapatnya serta informasi yang obyektif adalah sesuatu yang mulia. Kemudian menilai pendapat yang kita dengar tersebut sesuai jalur logis, betapapun konsekuensinya, adalah lebih mulia, lalu mengambil sikap, atau bahkan tindakan, apapaun bentuknya atas pemikiran logis tersebut, tentu lebih mulia lagi… oke????

·        So, kalo kelompok yang kecil itu memang benar, informasinya akurat, ya perlu dibela. Tapi kalau setelah kita check n’ recheck ternyata kelompok yang dimarginalkan memang pantas dipinggirkan, apa memang harus dibela? Buaknkah itu tidak logis? Contoh kasus yang “cetho welo-welo” : zioneis dikecam oleh sebagian besar masyarakat dunia. Ia menjadi kelompok yang dipinggirkan. Kalau mau adil, cek dulu berbagai datanya. Bagaimana dulu palestina, bagaiman asal mula dan sejarah Israel, lengkap dengan berbagai trik-triknya. Baru setelah semua terkumpul, anda bisa memulai menjadi jaksa penuntut sekaligus hakim pemutus perkara, kalua mau dan sanggup, bahkan bisa menjadi ekskutor bagi yang salah.  Bukan kah keadilan menuntut adanya hukuman bagi yang bersalah?

·        Kalau tidak ada hukuman bagi yang salah, maka anda tidak akan bisa berbuat adil. (masalah pengampunan, dalam banyak perkara, ada di luar masalah keadilan).

 

 

Manusia (kalau tidak salah ada kata “bisa” di buku aslinya) berproses menjadi Tuhan asalkan dia memenuhi satu syarat yaitu ia mau dan mencari! Manusia mempunyai kekuatan untuk itu, aku juga tidak sepakat dengan kejatuhan Adam diakibatkan oleh perselingkuhannya dengan Hawa. Menurutku, kejatuhannya karena kecemburuan Tuhan. Tuhan sangat cemburu dengan pengetahuan Adam yang dirasa-rasaiNya berpotensi besar menyaingi kekuasaan-Nya, malaikat dan iblis saja dengan gampang dia kalahkan. (pertama kukatakan, engkau hanya menduga-duga. Memang tidak salah kita menduga-duga sesuatu. Tapi yang harus diperhatikan adalah dasar logis dugaan tersebut.

·        Engkau lupa, atau alur logikamu ada yang tercecer. Bahwa Tuhan itu Maha Tahu. Ia tahu kapasitas makhluk-Nya. So Ia tahu batas maksimal pengetahuan Adam. Bukankah Adam tahu tentang nama-nama benda yang ada setelah diajari oleh Tuhan? Jadi yang bisa diketahui oleh Adam hanya apa yang diajarkan Tuhan. Begitu pula para malaikat. Mereka tahu sebatas apa yang telah diajarkan pada mereka. Malaikat (termasuk juga Iblis-jika Iblis termasuk golongan malaikat- tidak tahu karena tidak diberitahu nama-nama sesuatu yang diajarkan kepada Adam.

·        Jika Ia tahu kapasitas makhluk-Nya, ngapain pula Ia takut dan cemburu? Lagian, seluruh makhluk yang ada di surga saat itu, malaikat dan para jin, binatang dan yang lainnya kan sudah tahu, siapa yang paling mulia dan layak diagungkan. Ibaratnya, jika semua orang tahu bahwa intan lebih bernilai dari serpihan kaca, tentu akan memilih intan. Hanya orang bodoh yang membuang intan dan lebih memilih serpihan kaca. Begitu pula dengan para penghuni surga. Hanya makhluk bodohlah yang akan menyembah dan mengagungkan Adam.

Tahu ada saingan berat, Ia pun marah dan dibuat-Nyalah scenario yang membuat Ia punya alasan untuk mengusir Adam. Jadi makan buah khuldi itu hanya tipu-tipu Tuhan.

·        Pikiranmu yang ini kurasa sudah hilang dengan sendirinya berdasar alur logis diatas. Kalau memangbenar hanya tipu-tipu Tuhan, betapa lemahnya Tuhan, karena akal-akalannya dengan mudah kamu ketahui (maaf, pernah tes IQ? berapa hasilnya ya?)

 

 

lsin kali aku sambung.


Posted at 12:06 am by sang_air
Make a comment  












<< January 2012 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31






Contact Me

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:




rss feed